Lace Kembali Populer, Tampilan Lebih Estetik dan Edgy

Lace dress

ASIAWORLDVIEW – Tren fashion yang sempat dianggap kuno dan ketinggalan zaman, yaitu renda atau lace, telah bangkit kembali dan justru menjadi primadona baru bagi generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial. Fenomena ini menandai pergeseran budaya yang menarik di tahun 2026, di mana renda bertransformasi dari bahan yang sarat makna tradisional menjadi kanvas ekspresi diri yang modern, berani, dan penuh gaya.

Dulu identik dengan pakaian formal dan kesan feminin yang kaku, renda pada 2026 telah sepenuhnya bertransformasi menjadi medium ekspresi yang ekspresif untuk menciptakan karakter pribadi dalam penampilan sehari-hari. Generasi muda tidak lagi membiarkan renda menjadi pusat perhatian yang mendominasi (overpowering). Sebaliknya, mereka menggunakannya secara cerdik sebagai aksen pembangun karakter pada pakaian dasar mereka (basics), menjadi sentuhan akhir yang memberikan dimensi dan kepribadian pada sebuah busana yang terlihat sederhana.

Pergeseran ini juga terjadi pada makna renda itu sendiri. Renda, yang dulu sering dilihat sebagai simbol sensualitas yang vulgar dan provokatif—karena fokusnya semata pada “membuka kulit”, kini memiliki interpretasi yang lebih dewasa dan bernuansa. Sensualitas masa kini hadir sebagai sebuah kualitas desain, bukan sebuah provokasi. Fokusnya bergeser pada presisi material dan keseimbangan antara yang terlihat dan yang tersembunyi.

Baca Juga: Keunikan Upcycled Fashion dengan Estetika Post-Apocalyptic

Renda kini berperan sebagai tekstur utama yang membingkai tubuh dengan kedekatan yang intim namun tetap terkontrol, menciptakan sensualitas yang halus dan terjaga. Ini adalah tentang penggunaan transparansi dan detail secara presisi, bukan untuk kejutan, melainkan untuk membentuk siluet yang terukur dan elegan.

Revolusi lace atau renda ini begitu masif dan mudah diakses adalah peran krusial dari brand lokal dan platform e-commerce. Melihat peluang ini, banyak desainer dan pengusaha fashion lokal mulai merancang koleksi renda modern dengan harga yang terjangkau.

Adi Rahardja, Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, menekankan bahwa platform e-commerce telah menjadi jembatan penting antara kebutuhan konsumen dan kreativitas brand lokal. Menurutnya, “Banyak brand lokal yang kini semakin ekspansif dan adaptif..

Koleksi yang ditawarkan pun beragam dan sesuai dengan selera anak muda, mulai dari atasan renda transparan, rok renda untuk pelapisan (layering), kardigan dengan detail rajutan. Bahkan gaun dengan gaya coquette yang menggemaskan.

“Mereka berhasil mengubah stigma renda atau lace yang ‘kuno’ menjadi sesuatu yang edgy dan modern melalui koleksi yang terjangkau namun tetap estetik”. Aksesibilitas inilah yang mendemokratisasi tren ini, mengundang lebih banyak anak muda untuk bereksperimen dengan gaya mereka tanpa harus menguras kantong,” ia menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *