ASIAWORLDDVIEW – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengumumkan kabar sebanyak 28.131 fosil, dikenal sebagai Koleksi Dubois peninggalan paleoantropolog Belanda Eugène Dubois dikembalikan ke Indonesia. Selama lebih dari satu abad tersimpan di Negeri Belanda, akan segera tiba di Tanah Air pada tahun ini juga.
Koleksi yang tak ternilai ini merupakan hasil ekskavasi Eugène Dubois di tepian Sungai Bengawan Solo, Desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1891–1892. Di sana, Dubois menemukan fosil manusia purba yang mengguncang dunia: Pithecanthropus erectus, yang kini lebih dikenal sebagai “Manusia Jawa” (Java Man) atau Homo erectus.
Penemuan ini menjadi bukti pertama dari bentuk transisi yang sangat dicari dalam teori evolusi, yang menunjukkan hubungan antara manusia modern dan leluhurnya yang lebih primitif. Selama bertahun-tahun, koleksi ini menjadi pusat studi evolusi manusia di Eropa, namun terpisah dari tanah kelahirannya.
Kepulangan bersejarah ini adalah hasil dari kerja panjang dan gigih. Tim Repatriasi Kementerian Kebudayaan, sejak awal tahun 2025, secara intensif melakukan riset asal-usul koleksi dan berunding dengan Colonial Collections Committee (CCC) Belanda.
Baca Juga: Mengintip Gerbang Ikonis Nuanu Park, Landmark Budaya Bali yang Kental
Puncaknya terjadi pada bulan September 2025, di mana Indonesia secara resmi menerima dokumen pengembalian koleksi ini dalam sebuah upacara di Museum Naturalis, Leiden, bertepatan dengan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Belanda. Koleksi ini mencakup berbagai fosil manusia purba (Homo erectus dan Homo sapiens awal) serta fosil-fosil fauna purba yang pernah hidup di Nusantara, seperti Gajah purba (Stegodon), Kuda Nil purba (Hexaprotodon sivalensis), dan Rusa (Axis lydekkeri) .
Tantangan berikutnya adalah logistik. Mengingat jumlahnya yang sangat besar (total sekitar 30.000 fosil, dengan 28.131 telah teridentifikasi untuk tahap pertama), proses pengemasannya sendiri memakan waktu. Pada Mei 2026, Menteri Fadli Zon memastikan bahwa koleksi ini sedang dalam proses pengepakan (packing) di Belanda.
“Koleksi Dubois sekarang ini dalam proses packing harusnya. Dan karena jumlahnya sangat-sangat banyak diperkirakan ini akan mencapai 4-6 kontainer. Dan akan dikirim lalu satu shipment tapi insya Allah akan datang pada tahun depan,” sebut Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta.
Untuk memindahkan kekayaan ilmiah ini, diperkirakan akan membutuhkan empat hingga enam kontainer. Seluruh biaya pengiriman ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kerajaan Belanda dengan perkiraan waktu tempuh sekitar dua bulan. Koleksi ini direncanakan akan tiba di Indonesia pada tahun 2027 mendatang mengingat kompleksitas dan jumlahnya yang sangat besar.
Rencananya, koleksi fosil yang termasuk fosil Homo erectusatau yang disebut Java Man akan dipamerkan dengan upaya serta narasi yang berbeda di Museum Nasional Indonesia. Fosil koleksi Dubois yang dipamerkan di Museum Naturalis, Belanda menampilkan hologram yang disebutnya lebih canggih.
“Koleksi fosil Dubois di Belanda tidak begitu saja ditampilkan di museum, namun ia melihat bahwa pemerintah Belanda serius dalam merawat dan memperlakukan artefak fosil-fosil tersebut,” pungkasnya.
