ASIAWORLDVIEW – Serial animasi THE ONE PIECE, sebuah proyek ambisius yang digarap studio legendaris WIT Studio (Attack on Titan, SPY×FAMILY), akan memulai petualangan barunya di Netflix pada Februari 2027. Berbeda dengan sekadar kelanjutan, versi baru ini adalah sebuah adaptasi ulang total (reboot) yang akan membawa para penonton kembali ke titik mula segalanya, yaitu Saga East Blue.
Alih-alih mengikuti rentetan episode panjang yang telah mencapai ribuan tayangan, THE ONE PIECE musim pertama ini hadir lebih ringkas dan modern dalam 7 episode. Total durasi sekitar 300 menit yang akan dirilis langsung seluruhnya (binge-release).
Ini adalah pertama kalinya serial anime One Piece diadaptasi ulang dari awal dengan skala sebesar ini. Berbeda dengan One Piece versi Toei yang sudah tayang sejak 1999 dan kini mencapai lebih dari 1.200 episode, THE ONE PIECE menjadi gerbang masuk yang ideal bagi penonton baru yang merasa kewalahan dengan panjangnya anime asli.
Baca Juga: Netflix Lepas Cuplikan ONE PIECE Season 2, Visual Lebih Tajam, Musuh Lebih Ganas
Bagi penggemar lama, ini adalah kesempatan untuk menyaksikan kembali momen-momen klasik dengan kualitas animasi abad ke-21, termasuk pertarungan Luffy vs Arlong atau Zoro vs Mihawk yang digarap ulang secara spektakuler. Netflix juga berencana merilis versi dubbing dalam berbagai bahasa (termasuk Indonesia) bersamaan dengan perilisan Jepang.
Cerita dimulai ketika Luffy tiba di Pangkalan Angkatan Laut Shells Town dan bertemu dengan Roronoa Zoro, seorang pemburu bajak laut yang ditahan karena melindungi seorang gadis kecil. Setelah membebaskannya, Luffy dan Zoro kemudian melanjutkan perjalanan ke Orange Town, di mana mereka bertemu Nami—seorang navigator licik yang ternyata memiliki tujuan mulia—dan harus bertarung melawan Buggy si Badut, bajak laut eksentrik dengan kekuatan buah iblis Bara Bara.
Dengan format baru yang lebih padat, serial ini berjanji untuk menghadirkan kembali momen-momen ikonik seperti terbentuknya Kru Topi Jerami, pertarungan sengit Zoro melawan Dracule Mihawk, dan awal mula mimpi Luffy untuk menjadi Raja Bajak Laut, namun dengan alur cerita yang lebih fokus pada inti plot utama, bebas dari episode pengisi (filler) yang panjang, sehingga lebih mudah diikuti terutama bagi penonton baru yang ingin memulai petualangan di dunia One Piece
