Rupiah Melemah, Tertekan Geopolitik Timur Tengah

Mata uang Rupiah.(Antara)

ASIAWORLDVIEW – Nilai tukar rupiah melemah 32 poin atau 0,19 persen, Rabu (29/4/2026), menjadi Rp17.275 dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.243 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar rupiah ini terutama disebabkan oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait runtuhnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Proses negosiasi yang sempat berjalan menemui jalan buntu.

Presiden AS Donald Trump, menolak proposal perdamaian terbaru yang diajukan oleh Iran. Alhasil memicu pesimisme pasar.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Masih di Angka Rp17.000, Tekanan Global Membayangi

Kondisi ini langsung memicu risk off global, di mana investor cenderung keluar dari aset-aset berisiko seperti mata uang negara berkembang dan berlindung ke instrumen yang lebih aman, terutama dolar AS, yang otomatis mendorong penguatan greenback secara signifikan.

Selain itu, gagalnya negosiasi ini juga memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi, yang tercermin dari lonjakan harga minyak mentah dunia. Kondisi ini makin meningkatkan tekanan inflasi.

Bahkan, menekan mata uang Asia seperti rupiah. Tekanan juga diperburuk oleh sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pengumuman suku bunga bank sentral AS, The Fed, yang dapat menentukan arah kebijakan moneter dan arus modal ke depan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *