ASIAWORLDVIEW – Harga Shiba Inu atau SHIB hari ini tercatat sekitar Rp0,1116 per token, turun tipis 0,3% dalam 24 jam terakhir, Senin (2/2/2026). Kapitalisasi pasar yang masih menempatkannya di jajaran 40 besar aset kripto global.
Shiba Inu, salah satu koin meme populer yang sering dibandingkan dengan Dogecoin, saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami volatilitas cukup tinggi sepanjang pekan lalu. Berdasarkan data perdagangan, harga SHIB sempat bergerak dalam rentang Rp0,1076 hingga Rp0,121 dalam 24 jam terakhir, menunjukkan adanya tekanan jual yang masih cukup kuat di pasar.
Data on-chain menunjukkan bahwa penarikan harian termasuk dalam kategori arus keluar bursa terbesar yang tercatat dalam beberapa bulan terakhir. Pergerakan ini bertolak belakang dengan periode sebelumnya, di mana saldo SHIB di platform terpusat tetap tinggi meskipun terjadi penjualan yang terus-menerus. Perubahan ini menunjukkan bahwa pemegang aset menyesuaikan posisi mereka daripada keluar dari eksposur secara langsung.
Pada saat yang sama, cadangan bursa total sedikit menurun bersamaan dengan pembacaan arus bersih negatif. Volume arus masuk dan keluar tetap aktif, menunjukkan penyesuaian internal daripada penurunan partisipasi. Aktivitas perdagangan terus berlanjut, meskipun saldo bersih menurun.
Baca Juga: Geser DOGE, Shiba Inu Bangun Daya Tahan Lewat Shibarium
Saldo bursa yang lebih rendah mengurangi volume token yang tersedia untuk dijual secara langsung. Akibatnya, tekanan bearish dapat melemah ketika fewer token berada di platform perdagangan. Penarikan yang berlanjut hingga akhir pekan akan semakin memperketat pasokan yang tersedia.
Penurunan ini juga sejalan dengan tren bearish yang melanda pasar kripto secara keseluruhan, di mana Bitcoin dan Ethereum mengalami koreksi signifikan akibat arus keluar dari ETF kripto serta aktivitas whale yang menambah tekanan jual.
Selain itu, laporan dari beberapa platform analitik menunjukkan bahwa lebih dari 60.000 ETH dan sejumlah besar token lain dipindahkan ke bursa dalam beberapa hari terakhir, yang turut memperburuk sentimen pasar dan memengaruhi harga altcoin seperti Shiba Inu. Meski begitu, Shiba Inu tetap memiliki basis komunitas yang besar dan aktif, yang sering menjadi faktor penopang harga dalam jangka panjang. Bursa kripto besar seperti Binance dan Bitget masih mencatat volume perdagangan SHIB yang tinggi, menandakan minat investor terhadap aset ini belum sepenuhnya surut.
Pada grafik harga, Shiba Inu terus diperdagangkan dalam struktur segitiga yang semakin ketat. Puncak yang lebih rendah menekan ke bawah sementara dasar yang sedikit lebih tinggi terbentuk dari bawah. Jenis kompresi ini sering mendahului ekspansi harga yang tajam setelah rentang terpecah.
Sesi-sesi terakhir menunjukkan penjual kesulitan untuk mendorong harga turun secara signifikan. Setiap penurunan bertemu dengan penyerapan yang lebih kuat di dekat level support. Aktivitas pembelian meningkat di dekat level yang sama di mana penjual sebelumnya menguasai pasar.
