ASIAWORLDVIEW – China memperingatkan Amerika Serikat agar tidak menggunakan narasi “ancaman China” untuk membenarkan langkah-langkah terkait Greenland. Sementara ancaman tarif Trump memicu ketegangan geopolitik baru. Beijing menyatakan bahwa masalah tersebut harus ditangani sesuai dengan hukum internasional dan Piagam PBB.
“China telah berulang kali menegaskan posisinya terkait Greenland,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, kepada wartawan.
Guo mendesak Washington untuk menghentikan penggunaan ancaman China yang disebut-sebut sebagai alasan untuk mengejar ”kepentingan egois.” Pernyataan Guo tersebut menanggapi pertanyaan mengenai peringatan Presiden AS Donald Trump terkait Arktik.
“Hukum internasional adalah dasar tatanan dunia saat ini, dan harus dipertahankan,“ ia menambahkan.
Baca Juga: Trump Terapkan Tarif Impor 10% ke Eropa, Picu Volatilitas Pasar Dunia
Trump telah menyoroti persaingan strategis yang semakin meningkat di wilayah utara. Ia juga mengatakan bahwa posisi Greenland sangat penting bagi keamanan AS.
Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, juga membalas serangan tersebut. Ia mengatakan bahwa tekanan yang coba ditingkatkan Trump melalui ancaman tarif tidak akan pernah efektif terhadap Greenland.
Nielsen, yang menanggapi protes di Nuuk dan Denmark. Ia menyatakan bahwa Greenland akan tetap berpegang pada prinsipnya sesuai dengan hukum internasional.
Dalam posting Facebook, Nielsen mengatakan protes tersebut menunjukkan bahwa Greenland dan Denmark akan bersatu. Ia menyambut pernyataan dukungan dari pemimpin Eropa, mengatakan hal itu menunjukkan pengakuan atas hak Greenland untuk menentukan nasibnya sendiri. Ancaman tarif tidak akan membuat Greenland mengubah posisinya, tambahnya.
Pemimpin Eropa menolak proposal AS dan mengatakan ancaman tarif tidak dapat diterima. Mereka juga menyatakan dukungan untuk Denmark, yang menangani urusan luar negeri, pertahanan, dan kebijakan keamanan Greenland. Eropa sedang mempertimbangkan tarif balasan dan tindakan ekonomi lainnya, menurut laporan.
