Geser DOGE, Shiba Inu Bangun Daya Tahan Lewat Shibarium

Shiba Inu.

ASIAWORLDVIEW – Shiba Inu, yang sering disebut sebagai ‘Pembunuh Dogecoin,’ telah menempati posisi signifikan di ruang memeco. SHIB hadir dengan ekosistem yang lebih kompleks, termasuk bursa terdesentralisasi (ShibaSwap) dan rencana untuk solusi skalabilitas layer-2, Shibarium.

Popularitas Shiba Inu karena memiliki komunitas online yang aktif dan bangga, dan hal itu masih berlaku hingga kini. Anda akan melihat banyak perbincangan di platform seperti X (sebelumnya Twitter) dan Reddit. Terkadang hanya orang-orang yang membicarakan kenaikan harga, kadang-kadang diskusi tentang perkembangan baru, atau bahkan hanya meme.

Volume besar mention di media sosial terkadang dapat berfungsi sebagai indikator awal pergerakan harga, meskipun tidak selalu ada korelasi langsung. Ini seperti percakapan besar yang terus berlangsung.

Kepercayaan investor agak campur aduk, jujur saja. Di satu sisi, ada pemegang jangka panjang, “ShibArmy,” yang tampaknya cukup berkomitmen. Mereka telah melewati pasang surut dan tetap bertahan.

Baca Juga: Shiba Inu Bangkit, Harga Berpotensi Reli

Di sisi lain, ada para trader yang masuk dan keluar, mencari keuntungan cepat. Keyakinan mereka bisa berfluktuasi secara drastis sesuai kondisi pasar. Sulit untuk mendapatkan gambaran yang sempurna, tetapi melihat distribusi pemegang dan volume transaksi dapat memberikan petunjuk. Apakah lebih banyak orang yang membeli dan menahan, atau mereka menjual? Ini adalah aliran yang terus menerus.

Indeks Ketakutan dan Keserakahan adalah alat yang mencoba mengukur sentimen pasar secara keseluruhan. Untuk koin seperti Shiba Inu, yang sering dianggap lebih spekulatif, indeks ini bisa cukup memberikan gambaran. Ketika indeks menunjukkan ketakutan ekstrem, itu mungkin berarti ada peluang beli karena orang-orang bereaksi berlebihan. Sebaliknya, keserakahan ekstrem bisa menandakan pasar terlalu overhyped dan koreksi mungkin akan terjadi.

Penciptanya, yang dikenal secara anonim sebagai Ryoshi, meluncurkannya dengan cara yang unik. Mereka secara terkenal mengirimkan setengah dari total pasokan SHIB ke Vitalik Buterin, pendiri Ethereum, yang kemudian membakar 90% dari jumlah tersebut dan menyumbangkan sisanya ke dana bantuan COVID-19 India. Langkah ini, meskipun kontroversial, pasti menimbulkan gelombang dan menambahkan narasi unik pada koin tersebut.

Tim di balik Shiba Inu berusaha membangun ekosistem nyata dengan Shibarium dan proyek-proyek lain. Itulah bagian yang bisa memberikan daya tahan di luar sekadar hype. Namun, kesuksesan pengembangan ini jauh dari jaminan, dan pasar kripto selalu penuh dengan ketidakpastian. Ini bukan hanya tentang harga yang naik; ini tentang apakah utilitas yang mereka bangun benar-benar diterima.