ASIAWORLDVIEW – Serat atau fiber memiliki manfaat besar bagi tubuh. Apalagi dalam menjaga kesehatan pencernaan, mengontrol kadar gula darah, dan menurunkan risiko penyakit kronis.
Serat. jenis karbohidrat kompleks yang tidak dapat dicerna tubuh, tetapi berfungsi penting dalam sistem metabolisme. Manfaat utama serat antara lain: membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit, menjaga kesehatan usus dengan mendukung pertumbuhan bakteri baik, serta menurunkan kadar kolesterol sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.
Serat juga berperan dalam mengontrol kadar gula darah, karena memperlambat penyerapan glukosa sehingga baik untuk penderita diabetes. Selain itu, pola makan tinggi serat dapat membantu mengontrol berat badan, karena serat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Baca Juga: Karbohidrat Kompleks dan Serat Tinggi Dukung Kesehatan Jangka Panjang
Serat larut dalam air bekerja dengan mengikat air dan membentuk gel di usus, sedangkan serat tidak larut membantu mempercepat pergerakan makanan dalam saluran pencernaan. Dengan mengonsumsi cukup serat dari buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian, tubuh akan lebih sehat, metabolisme lebih seimbang, dan risiko penyakit degeneratif dapat ditekan.
Sebagian besar orang sebaiknya berusaha memenuhi rekomendasi serat harian—28 g per 2.000 kalori—melalui diet mereka, karena makanan kaya serat menyediakan nutrisi tambahan yang tidak ditawarkan oleh suplemen.
Beth Oller, MD, FAAFP, seorang dokter keluarga dan duta besar untuk American Academy of Family Physicians menjelaskan, makanan nabati utuh, secara keseluruhan, memberikan serat selain sejumlah besar nutrisi lainnya, termasuk vitamin, mineral, antioksidan, fitonutrien, lemak sehat, dan protein.
Namun beberapa orang mungkin masih membutuhkan suplemen serat untuk mencapai tingkat yang direkomendasikan, terutama “jika mereka memiliki kondisi kesehatan yang dapat memengaruhi usus, seperti sembelit, diare, atau sindrom iritasi usus besar.
Suplemen serat juga dapat bermanfaat bagi mereka yang mencoba mengatur kadar kolesterol atau gula darah. Selalu konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum menambahkan suplemen ke dalam diet Anda.
