ASIAWORLDVIEW – Pasar aset kripto global tengah mengalami fase koreksi, di mana harga Bitcoin (BTC) terpantau bergerak di kisaran USD109.000 pada Jumat (31/10/2025), sebelumnya menyentuh level puncak yang lebih tinggi. Koreksi ini merupakan fenomena yang umum terjadi dalam siklus pasar kripto, terutama setelah periode kenaikan tajam.
Penurunan harga tersebut mengindikasikan adanya aksi profit-taking oleh para investor yang ingin mengamankan keuntungan jangka pendek. Meskipun koreksi ini bersifat minor, pergerakan harga mencerminkan dinamika pasar yang sehat dan responsif terhadap sentimen serta strategi investasi.
Pergerakan harga di kisaran USD109.000 ini juga tercermin pada indikator relative srength index atau RSI. Pada grafik jangka pendek, pasar menunjukkan sinyal kehati-hatian atau bahkan potensi penurunan lanjutan sebelum tren naik dapat kembali berlanjut. Koreksi semacam ini juga sering menjadi momen konsolidasi sebelum potensi pergerakan lanjutan, tergantung pada faktor teknikal dan fundamental yang memengaruhi pasar.
Baca Juga: The Fed Akui Bitcoin sebagai Bagian dari Sistem Keuangan AS
Menjelang pengumuman penting dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, mengenai kebijakan suku bunga, sentimen terhadap aset seperti saham dan aset kripto sering kali menghadapi tekanan. Meskipun demikian, secara umum, para pakar melihat adanya alasan kuat untuk tetap optimistis.
Secara keseluruhan, meskipun pasar mungkin mengalami gejolak jangka pendek karena faktor makroekonomi, prospek jangka panjang untuk aset berisiko, termasuk Bitcoin, tetap cerah.
Di tengah situasi pasar saat ini, sebuah perkembangan penting datang dari ekosistem decentralized finance atau DeFi, khususnya dengan munculnya token baru yang menjadi bagian dari inovasi likuiditas. Token tersebut adalah MET, aset digital utama yang dimiliki oleh Meteora. Meteora merupakan platform decentralized exchange atau DEX yang dibangun di atas jaringan berkecepatan tinggi, Solana.
