Kolaborasi Innoquest–Hasna Medika Hadirkan Standar Baru Diagnostik Kardiovaskular

Melalui skema “Laboratory Management Agreement”, Innoquest akan mengelola seluruh aspek laboratorium di jaringan Hasna Medika secara end-to-end — mulai dari sistem IT, operasional harian, hingga pengembangan layanan dan edukasi tenaga medis.

ASIAWORLDVIEW – Kolaborasi strategis dengan jaringan rumah sakit dan klinik jantung merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan kardiovaskular di Indonesia. Hal itu dilakukan Innoquest Indonesia dengan jaringan rumah sakit dan klinik jantung Hasna Medika.

Kemitraan ini menandai langkah penting menuju transformasi layanan laboratorium di Indonesia. Melalui skema “Laboratory Management Agreement”, Innoquest akan mengelola seluruh aspek laboratorium di jaringan Hasna Medika secara end-to-end — mulai dari sistem IT, operasional harian, hingga pengembangan layanan dan edukasi tenaga medis.

“Laboratorium bagi kami sudah bergeser dari sumber pendapatan menjadi sumber biaya, karena sistem tarif paket BPJS,” ujar dr. Pradith T. Wijonarko, MM, Direktur Pelayanan Medis Hasna Medika Group, di sela penandatanganan kerja sama di Jakarta Selatan.

Baca Juga: Pakar Kesehatan: Pentingnya Fokus pada Penurunan Lemak Tubuh saat Masa Menopause

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam bidang kardiologi. Melalui kemitraan ini, kedua pihak berkomitmen menghadirkan solusi diagnostik yang lebih akurat dan efisien, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan jantung yang komprehensif. Sinergi antara keunggulan teknologi laboratorium Innoquest dan pengalaman klinis Hasna Medika diharapkan mampu menciptakan standar baru dalam penanganan penyakit jantung di Indonesia, sekaligus memperkuat sistem rujukan dan integrasi layanan kesehatan yang berkelanjutan.

“Maka kami harus berpartner dengan pihak yang bisa menjaga mutu, efisiensi, dan kecepatan hasil agar tetap kompetitif. Bersama Innoquest, kami bisa fokus ke pengembangan layanan inti dan ekspansi klinik.” ia menambahkan.

Dengan menjalin kemitraan yang solid, kedua institusi dapat saling melengkapi dalam hal keahlian medis, teknologi diagnostik, serta sistem rujukan yang lebih efisien. Kolaborasi ini memungkinkan penyedia layanan untuk memperluas jangkauan. Selain itu, mempercepat penanganan pasien, dan menghadirkan standar perawatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

“Model kami adalah end-to-end partnership yang mengambil alih seluruh operasional laboratorium,” jelas I Putu Deddy Suhartawan, CEO Innoquest Indonesia. “Kami membawa expertise dari Pathology Asia Group, termasuk akses ke pemeriksaan lanjutan seperti molecular diagnostics dan Next Generation Sequencing (NGS), serta integrasi digital penuh untuk real-time reporting. Ini bukan sekadar outsourcing, melainkan risk and revenue sharing partnership yang mentransformasi laboratorium dari cost center menjadi aset strategis yang meningkatkan patient outcomes dan efisiensi operasional.”