ASIAWORLDVIEW – Harga XRP menguat 2,25% ke US$1,28 dalam 24 jam dalam laporan yang diberikan, ketika pelaku pasar mencermati peluang penembusan teknikal di tengah sentimen pasar kripto yang masih berhati-hati. Bitcoin dalam laporan itu bergerak di sekitar US$76.000 dan Ethereum dekat US$2.300.
Sementara Solana masih menghadapi tekanan. Namun, angka harga tersebut dapat berubah cepat. Data yang tersedia menunjukkan XRP berada di sekitar US$1,29, Bitcoin sekitar US$78.565, dan Ethereum sekitar US$2.318.
Perhatian terhadap XRP meningkat setelah Bollinger Bands pada grafik empat jam menyempit ke level terendah sejak Agustus. Penyempitan ini menandakan volatilitas sedang mereda dan kerap mendahului pergerakan harga yang lebih besar, tetapi tidak menunjukkan dengan sendirinya apakah arah berikutnya akan naik atau turun.
Dalam analisis yang dikutip, XRP juga disebut telah bergerak di atas pita Bollinger atas, yang dapat mengindikasikan penguatan momentum beli. Namun sinyal tersebut perlu dikonfirmasi oleh pergerakan harga berikutnya karena indikator teknikal tidak menjamin pembeli telah menguasai pasar.
Baca Juga: XRP Ledger Bersiap Perbaiki Celah Keamanan pada 4 November, Penundaan Hampir Dua Minggu
Analis Ali Martinez menilai pola saat ini memiliki kemiripan dengan periode sebelumnya, ketika XRP disebut sempat naik sekitar 71% dalam tiga hari. Perbandingan historis itu menarik perhatian pasar, tetapi belum dapat dianggap sebagai target harga ataupun jaminan bahwa lonjakan serupa akan terulang. Menurut analisis tersebut, konfirmasi awal bagi skenario bullish adalah penutupan candle empat jam di atas US$1,27. Sebaliknya, apabila harga turun menembus US$1,23, tekanan jual berpotensi kembali menguat. Dengan demikian, rentang US$1,23–US$1,27 menjadi area penting yang dapat membantu menentukan arah pergerakan jangka pendek XRP.
Dari sisi indikator momentum, Relative Strength Index (RSI) empat jam berada di sekitar 61. Angka ini menunjukkan momentum membaik, tetapi belum berada di wilayah jenuh beli. Level US$1,27 dan US$1,30 menjadi resistensi yang perlu diperhatikan; jika harga mampu menembus dan bertahan di atas US$1,30, peluang pemulihan lebih lanjut dapat terbuka. Di sisi lain, US$1,23 merupakan dukungan terdekat.
Jika level tersebut gagal dipertahankan, XRP berpotensi menguji US$1,20 dan, jika tekanan berlanjut, area dukungan yang lebih rendah. Pelaku pasar juga memantau MACD: persilangan bullish dengan histogram positif yang semakin lebar dapat memperkuat sinyal pemulihan, sedangkan pelemahan momentum akan mengurangi peluang reli.
Selain indikator harga, aktivitas jaringan XRP turut menjadi perhatian. Data Santiment yang dikutip menyebutkan 7.934 dompet baru dengan XRP tercatat pada 1 November, salah satu angka harian tertinggi pada 2026. Lonjakan itu terjadi pada hari Minggu, ketika aktivitas blockchain biasanya lebih ringan, dan disebut muncul setelah insiden peretasan Binance.
Namun, hubungan sebab-akibat antara peristiwa tersebut dan pertumbuhan dompet belum terkonfirmasi. Penambahan dompet juga tidak otomatis berarti permintaan beli meningkat atau harga akan naik, sehingga data aktivitas jaringan sebaiknya dibaca bersama konfirmasi teknikal dan kondisi pasar secara keseluruhan.
