INACRAFT Vol.4: Merangkai Warisan dan Inovasi di Pusat Kerajinan Asia Tenggara

Keterangan pers The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) Oktober, Selasa (30/9/2025).

ASIAWORLDVIEW – The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) Oktober menjadi pameran kerajinan terbesar dan paling komprehensif di Asia Tenggara. Diadakan setiap tahun pada bulan Oktober di Jakarta International Convention Center (JICC), edisi khusus ini—yang kini memasuki volume keempat pada tahun 2025—berfokus pada pemberdayaan wirausaha muda kreatif, atau “Youthpreneurs.”

Dengan tema “Kerajinan, Budaya, dan Masa Depan,” acara ini menggabungkan keahlian kerajinan tradisional Indonesia dengan inovasi modern, menampilkan zona-zona terkurasi untuk dekorasi rumah, fashion, aksesori, dan seni kuliner. Acara ini juga menampilkan workshop, pertunjukan budaya, dan program jaringan yang dirancang untuk mendorong kolaborasi dan pertumbuhan bisnis di antara pengrajin emerging, UMKM, dan lembaga pemerintah.

Ketua Umum BPP ASEPHI, Muchsin Ridjan, dalam konferensi pers, Selasa (30/9/2025), mengatakan, “INACRAFT, pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, yang diadakan setiap tahun di Jakarta untuk merayakan dan mempromosikan warisan kerajinan Indonesia yang kaya. Acara ini menjadi platform bagi pengrajin lokal dan internasional, terutama youthpreneurs, untuk memamerkan produk inovatif yang berakar pada tradisi.”

Intisari dari pameran budaya ini adalah wastra Nusantara, istilah yang merujuk pada tekstil tradisional Indonesia, masing-masing ditenun dengan cerita, simbol, dan teknik yang unik untuk wilayahnya. Dari batik Jawa hingga tenun Nusa Tenggara, wastra mewakili jiwa budaya Indonesia—keberagaman, keahlian, dan kebijaksanaan nenek moyang.

Baca Juga: Yogyakarta Jadi Ikon INACRAFT 2025: Hidup dalam Harmoni

“Tekstil-tekstil ini bukan sekadar mode; mereka adalah ekspresi budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi, kini diinterpretasi ulang oleh desainer muda untuk menghubungkan warisan dengan masa depan,” ia menambahkan.

Sementara, Raden Asyfa Fuadi, Koordinator Bidang Youthpreneurs Indonesia menjelaskan, Indonesia terkenal dengan tekstil tradisionalnya yang kaya dan beragam. Mulai dari batik hingga tenun, masing-masing mencerminkan identitas budaya daerahnya.

INACRAFT October 2025 Vol.4 akan menempati seluruh areal JICC. Total peserta Individu/Anggota ASEPHI sebanyak 601 peserta, sementara untuk

peserta Dinas sebanyak 146 stan, Kementerian/BUMN sebanyak 17 stan, dan peserta Luar Negeri menempati pavilion seluas 90m2 yang diisi oleh beberapa negara antara lain Uzbekistan, Iran, India, Malaysia, Thailand, dan Philippines yang tergabung dalam World Craft Council International & Asia Pacific, AHPADA, serta ASEAN Gifts & Crafts Federation.

ASEPHI juga akan mengadakan sejumlah pertemuan, salah satunya dengan pihak Afrika Selatan. Pertemuan ini membahas rencana kerja sama dalam program INACRAFT World Tour untuk mendekatkan potensi produk kreatif Indonesia ke pasar global, dengan Afrika Selatan sebagai negara pertama. Terdapat juga 20 island yang diisi oleh Zona Ekspor, Bank Mandiri, Pertamina, Injourney Airports (Angkasa Pura 1), Kementerian UMKM, PT Pelabuhan Indonesia (PELINDO), dan Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan lainnya. Selain itu, terdapat peserta Nonanggota sebanyak 69 peserta dan Talam sebanyak 55 peserta.

INACRAFT Oktober 2025 menargetkan 75.000 pengunjung, 100 potential buyers international, transaksi retail senilai 80 miliar rupiah dengan kontrak dagang mencapai USD 2 juta. Potential buyers ini diharapkan tidak hanya melirik produk eksportir anggota ASEPHI, tetapi juga karya 27 youthpreneurs potensial yang turut berpartisipasi.