NFT Tak Perlu Dijual, Kini Bisa Dijaminkan untuk Pinjaman Kripto

NFT.

ASIAWORLDVIEW – Peningkatan popularitas Non-Fungible Tokens atau NFT telah mendefinisikan ulang kepemilikan digital, memberikan pengguna blockchain cara untuk memegang aset yang langka secara terbukti. Misalnya, seni, koleksi, dan item dalam game.

Seiring dengan meningkatnya nilai NFT—kadang-kadang bernilai ribuan atau bahkan jutaan dolar—muncul layanan keuangan baru: pinjaman NFT. Pinjaman ini memungkinkan pemegang aset digital ini untuk mengakses likuiditas tanpa harus menjual aset mereka, menggabungkan mekanisme decentralized finance

Pinjaman NFT, jenis pinjaman yang dijamin di mana pengguna mengunci NFT sebagai jaminan untuk mendapatkan cryptocurrency atau stablecoin. Alih-alih melikuidasi NFT langka seperti Bored Ape, CryptoPunk, atau barang koleksi berharga lainnya, pemegang dapat menjaminkan NFT tersebut sebagai jaminan dan meminjam dana berdasarkan nilainya.

Logikanya mirip dengan keuangan tradisional. Sama seperti pemilik rumah dapat meminjam dana dengan jaminan properti melalui hipotek, atau kolektor seni dapat menggunakan lukisan untuk mendapatkan pembiayaan, pemegang NFT dapat memanfaatkan nilai pasar aset digital untuk mengakses likuiditas. Alih-alih perantara seperti bank, proses ini didukung oleh kontrak pintar dan platform terdesentralisasi, yang memastikan transparansi dan mengurangi risiko pihak lawan.

Baca Juga: Doginal Dog NFT Tembus USD100.000, Komunitas Jadi Kekuatan Utama Proyek

Pinjaman NFT beroperasi melalui dua model utama: pinjaman peer-to-peer (P2P) dan pinjaman peer-to-pool (berbasis pool). Kemudian, peminjam mengunci NFT ke dalam kontrak pintar di platform pinjaman. Setelah dijaminkan, NFT tidak dapat dijual atau dipindahkan hingga syarat pinjaman terpenuhi. Platform biasanya fokus pada koleksi yang diminati dengan pasar sekunder yang aktif, karena hal ini memastikan likuiditas jika likuidasi diperlukan.

Saat mengatur pinjaman NFT, platform dan pemberi pinjaman potensial menilai nilai jaminan berdasarkan faktor seperti harga dasar NFT, tingkat kelangkaan, dan permintaan keseluruhan untuk koleksi tersebut. Setelah aset dinilai, peminjam menerima dana, biasanya dalam cryptocurrency seperti ETH, DAI, atau USDC.

Untuk mengurangi risiko, platform menerapkan rasio Loan-to-Value (LTV) — biasanya antara 30% dan 50% — yang memastikan pemberi pinjaman tidak terlalu terpapar pada volatilitas pasar yang tiba-tiba. Misalnya, jika NFT memiliki harga dasar 10 ETH, peminjam mungkin hanya dapat mengakses nilai pinjaman sebesar 4 hingga 5 ETH.

Peminjam diwajibkan untuk melunasi pinjaman beserta bunganya dalam jangka waktu yang disepakati. Suku bunga ditentukan oleh berbagai faktor, termasuk model platform pinjaman, jenis NFT yang digunakan sebagai jaminan, dan sentimen pasar secara keseluruhan. Beberapa platform menetapkan suku bunga tetap, sementara yang lain memungkinkan pemberi pinjaman untuk mengusulkan syarat mereka sendiri. Pembayaran tepat waktu memungkinkan peminjam untuk mengambil kembali NFT mereka, sementara keterlambatan dapat memicu proses likuidasi.