Penjualan Alat Berat UNTR Melonjak, Pertambangan Batu Bara Jadi Motor Utama

Investor Relations UNTR, Ari Setiyawan menjelaskan dalam workshop yang dihelat United Tractors, Kamis (25/9/2025)

ASIAWORLDVIEW – Penjualan alat berat mengalami peningkatan yang signifikan, didorong oleh permintaan dari sektor konstruksi, agrikultur, dan terutama pertambangan batu bara. Selain itu, United Tractors (UNTR) juga memperluas portofolio bisnisnya melalui pengembangan energi baru dan terbarukan, sebagai bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang.

Dengan dukungan jaringan distribusi yang luas dan layanan teknis yang andal, United Tractors terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri alat berat dan pertambangan di Indonesia. Peningkatan penjualan UNTR secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir didorong oleh lonjakan permintaan dari tiga sektor utama konstruksi, agrikultur, dan terutama pertambangan batu bara.

Investor Relations UNTR, Ari Setiyawan menjelaskan dalam workshop yang dihelat United Tractors, Kamis (25/9/2025), perusahaan terus menunjukkan kinerja solid dalam sektor alat berat dan pertambangan. United Tractors, sebagai anak usaha dari Astra International, berfokus pada distribusi alat berat merek-merek ternama. Misalnya, Komatsu, serta layanan purna jual dan solusi pertambangan terintegrasi.

“Permintaan alat berat untuk operasional tambang, seperti dump truck dan alat gali-muat, melonjak tajam, menjadikan pertambangan sebagai pendorong utama kinerja penjualan UNTR. Kombinasi dari ketiga sektor ini memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar dalam distribusi alat berat dan solusi pertambangan di Indonesia,” ia menyebutkan.

Baca Juga: Anggota DPR Minta Pemerintah Atasi Pertambangan Nikel di Raja Ampat Secara Objektif

Kontribusi terbesar terhadap peningkatan penjualan alat berat berasal dari sektor pertambangan batu bara, yang tengah mengalami lonjakan produksi dan ekspor seiring dengan tingginya harga komoditas global. Permintaan batu bara dari pasar internasional, terutama untuk kebutuhan energi dan industri, mendorong perusahaan tambang untuk meningkatkan kapasitas operasional mereka.

“Sektor konstruksi mengalami pemulihan dan ekspansi proyek infrastruktur nasional, yang mendorong kebutuhan alat berat seperti ekskavator dan bulldozer,” ia menambahkan.

Hal ini berdampak langsung pada kebutuhan alat berat seperti excavator, dump truck, dan alat gali-muat yang digunakan dalam proses eksplorasi dan ekstraksi. Dengan harga batu bara yang berada di level tinggi, investasi di sektor ini pun meningkat, termasuk dalam pengadaan peralatan berat yang lebih efisien dan modern. Situasi ini menjadikan pertambangan batu bara sebagai motor utama pertumbuhan industri alat berat di Indonesia, sekaligus memperkuat peran sektor tambang dalam mendorong aktivitas ekonomi nasional.

“Modernisasi sistem pertanian dan perluasan lahan perkebunan turut meningkatkan permintaan terhadap mesin-mesin pendukung produksi. Namun, kontribusi terbesar berasal dari sektor pertambangan batu bara, yang mengalami peningkatan produksi dan ekspor akibat tingginya harga komoditas global,” pungkasnya.