ASIAWORLDVIEW – Insiden keamanan besar sempat menimpa bursa kripto Bitget menjadi salah satu peristiwa paling signifikan di pasar aset digital sepanjang tahun 2026. Sekitar USD387,5 juta dilaporkan dicuri dari wallet panas dan hangatnya pada 25 September 2026.
Peretasan ini langsung memicu gelombang kekhawatiran di kalangan pelaku pasar mengenai ketahanan infrastruktur keamanan bursa-bursa besar. Para penyerang diduga memiliki kaitan dengan Korea Utara, meskipun identitas dan afiliasi mereka belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas terkait.
Dalam respons cepat setelah insiden, Bybit membantu melacak dan memulihkan aset yang dicuri, sementara OKX berkomitmen untuk membantu mengidentifikasi dan memblokir transfer dana lebih lanjut. CZ memberikan dukungan publik terhadap upaya pemulihan tersebut.
Circle dan Tether turut mengambil langkah dengan membekukan sekitar USD318.000 dalam stablecoin yang terkait dengan alamat penyerang. Ini menjadi tindakan yang mencerminkan koordinasi lintas platform dalam merespons insiden keamanan berskala besar.
Baca Juga: Circle dan Tether Tindak Cepat Peretasan Bitget, Bekukan Dompet Digital
Namun, kontroversi muncul terkait THORChain, yang menolak menghentikan layanan untuk alamat yang dilaporkan karena dianggap sebagai protokol terdesentralisasi dan tanpa izin. Keputusan ini memicu kritik dari berbagai pihak yang menuding adanya standar ganda, mengingat THORChain pernah menangguhkan jaringannya sendiri ketika dananya dalam bahaya. Meskipun demikian, ironisnya, RUNE—token native THORChain—sempat melonjak lebih dari 20% dalam 24 jam di tengah kontroversi tersebut, menunjukkan bahwa pasar kripto kerap kali bereaksi tidak terduga terhadap berita negatif, dengan sebagian trader justru memanfaatkan volatilitas untuk mengambil posisi spekulatif.
Manajemen menyatakan bahwa kerentanan telah diperbaiki dan kerugian akan ditanggung oleh Fonds Perlindungan miliknya, dengan penarikan dijadwalkan kembali secara bertahap—sebuah langkah yang bertujuan menjaga kepercayaan pengguna dan mencegah terjadinya bank run di platform tersebut.
Hal yang paling penting bagi stabilitas pasar secara keseluruhan, pasar yang lebih luas tetap relatif stabil setelah insiden ini dan tidak memicu penarikan institusional yang meluas. Ini menunjukkan bahwa pasar kripto, meskipun masih rentan terhadap serangan siber dan insiden keamanan, telah mengembangkan semacam resiliensi yang lebih baik dibandingkan siklus-siklus sebelumnya, dengan likuiditas yang cukup dalam dan kepercayaan institusional yang tidak langsung goyah oleh satu insiden pun.
