Project Nightingale, Mobil Listrik Ultra-Mewah Rolls-Royce Terbatas 100 Unit

Rolls-Royce Motor Cars

ASIAWORLDVIEW – Rolls-Royce Motor Cars resmi mengumumkan Project Nightingale, sebuah Coachbuild Collection yang hanya akan diproduksi sebanyak 100 unit untuk klien terpilih. Kendaraan ini langsung menempatkannya sebagai salah satu pernyataan paling ambisius dari marque asal Goodwood tersebut karena menggabungkan kebebasan desain total khas coachbuilding dengan powertrain all-electric tanpa kompromi.

Rolls-Royce Motor Cars menjadikannya ekspresi paling mewah dari kemampuan Rolls-Royce hari ini sekaligus gambaran menggoda tentang masa depan yang akan datang. Sejak proyek ini dipresentasikan kepada para klien pemesan, responsnya sudah sangat tegas—mobil-mobil ini bukanlah koleksi yang akan diam terpajang di garasi, melainkan akan dikendarai dan dinikmati di seluruh dunia.

Chris Brownridge, Chief Executive Rolls-Royce Motor Cars, menegaskan bahwa Project Nightingale menangkap semangat audacious yang sama seperti yang mendorong Sir Henry Royce membangun mobil-mobil eksperimental ‘EX’ pada 1920-an—keinginan untuk menemukan apa yang benar-benar mampu dilakukan Rolls-Royce tanpa dibatasi konvensi. Hal itu karena hanya sedikit mobil dalam sejarah marque ini yang menuntut begitu banyak dari para penciptanya.

“Project Nightingale pun diuji dengan ketelitian yang sama seperti saat ia dibayangkan, dimulai dari jalanan Eropa tempat Rolls-Royce pertama kali membuktikan diri kepada dunia seabad lalu. Lalu berlanjut melintasi setiap iklim yang mungkin dipilih klien,” ia mengatakan.

Baca Juga: Rolls-Royce Phantom Hummingbird: Seni Marquetry Abalon Pertama di Dunia Otomotif

Rolls-Royce pun harus melangkah jauh melampaui batas normal dengan menjalani salah satu program pengujian paling ketat dalam sejarah marque. Ini menjadi program yang digambarkan sama berani dan tanpa batas seperti mobilnya sendiri, dengan total 350 minggu pengujian kolektif untuk menyempurnakan koleksi yang hanya berjumlah 100 unit itu.

Program ini dimulai di Eropa Selatan, wilayah yang secara historis menjadi tempat Rolls-Royce pertama kali memulai pengujian ketahanan, sebelum berlanjut ke berbagai iklim di mana pun kliennya mungkin memilih untuk berkendara, dan pada tahap awal ini para prototipe harus menjalani 1.430 jam pemodelan aerodinamis serta pengujian terowongan angin demi memastikan performa, efisiensi.

Keheningan khas Rolls-Royce tetap terjaga meski mengusung tenaga listrik; bahkan detail terkecil pun tidak luput dari perhatian, karena Piano Boot. Penutup bagasi bergaya piano yang menjadi ciri khas coachbuild—harus melewati 15.000 siklus pembukaan dan penutupan agar tetap terasa ringan, presisi, dan effortless hingga generasi mendatang, sebuah obsesi yang menunjukkan bahwa Rolls-Royce tidak sekadar membangun mobil listrik mewah, tetapi merancang sebuah karya coachbuild yang siap menjelajah dunia.

Dengan setiap detail disempurnakan hingga tingkat yang luar biasa, sampai-sampai suara bagasi menutup setelah 15.000 siklus operasi pun menjadi bagian dari standar kesempurnaan. Hal itu karena tidak ada yang kurang dari itu yang layak bagi brand ini maupun bagi mobil yang benar-benar luar biasa tersebut.

One thought on “Project Nightingale, Mobil Listrik Ultra-Mewah Rolls-Royce Terbatas 100 Unit”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *