ASIAWORLDVIEW – Coba bayangkan rumah Indonesia pada akhir 1970-an. Televisi masih menjadi barang yang cukup istimewa bagi banyak keluarga. Perangkat elektronik belum memenuhi hampir setiap sudut rumah seperti sekarang. Belum ada laptop untuk bekerja, belum ada kendaraan listrik untuk bepergian, apalagi peralatan rumah yang bisa menerima perintah suara.
Di tengah kehidupan seperti itulah Polytron memulai perjalanannya di Kudus pada September 1975. Saat itu, teknologi elektronik masih berada pada fase yang sangat berbeda dari sekarang. Apa yang hari ini terasa biasa di rumah, seperti menyalakan AC dengan satu perintah suara atau bekerja menggunakan laptop, tentu belum menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Lima dekade lebih kemudian, banyak hal berubah. Rumah menjadi semakin dipenuhi perangkat elektronik, cara orang bekerja ikut bergeser, pilihan hiburan semakin beragam, dan teknologi perlahan masuk ke berbagai aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara manual.
Perubahan itu juga ikut membawa Polytron ke perjalanan yang panjang. Dari televisi hitam putih, perusahaan ini kemudian memperluas produknya ke berbagai perangkat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ada televisi dan speaker, kulkas, mesin cuci, AC, perangkat rumah tangga, laptop dan monitor, hingga kendaraan listrik.
Baca Juga: Teknologi AI Tidak Menggantikan Peran Tenaga Medis Indonesia
Karena itu, usia 51 tahun Polytron bukan hanya cerita tentang sebuah perusahaan yang berhasil melewati waktu. Ada perjalanan tentang bagaimana sebuah merek elektronik nasional mencoba tetap dekat dengan masyarakat ketika cara hidup mereka terus berubah.
Lima Dekade Mengikuti Perubahan Teknologi Indonesia

Teknologi terus berubah, begitu pula kebutuhan masyarakat. Jika dulu perangkat elektronik mungkin lebih banyak dipandang sebagai barang yang melengkapi rumah, kini perangkat tersebut sudah menjadi bagian dari berbagai aktivitas sehari-hari. Konsumen juga semakin terbiasa dengan teknologi yang praktis dan bisa menyesuaikan kebutuhan mereka.
Polytron ikut memperluas lini produknya seiring perubahan tersebut. Dari televisi, perusahaan berkembang ke produk audio dan video, peralatan rumah tangga, AC, kendaraan listrik, hingga laptop dan monitor Luxia.
Mempertahankan perjalanan selama 51 tahun berarti berhadapan dengan lebih dari satu generasi konsumen. Kebiasaan berubah, kebutuhan berubah, dan cara masyarakat menggunakan teknologi pun ikut berubah.
Usia sebuah perusahaan saja tentu tidak cukup untuk membuatnya tetap relevan. Ada kebutuhan untuk terus memahami apa yang dibutuhkan masyarakat dan bagaimana teknologi dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut menjadi bagian dari strategi 3i Polytron, yaitu Invention, Innovation, dan Improvement. Dalam perayaan Polytron Fest 51st Anniversary yang berlangsung pada 19–20 September 2026 di Parkir Selatan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Polytron juga memperkenalkan inovasi terbarunya melalui AC Polytron Neuva Pro dengan fitur Voice Sense.
Fitur tersebut memungkinkan pengguna memberikan perintah suara secara langsung kepada unit AC tanpa koneksi internet. Perintah seperti “Hai Polytron”, “Nyalakan AC”, atau “Suhu Nyaman” dapat diproses secara offline sehingga perangkat dapat memberikan respons tanpa bergantung pada jaringan.
Inovasi Polytron untuk Konsumen

Perkembangan produk elektronik tidak lagi hanya berbicara mengenai fungsi utama sebuah perangkat. Kenyamanan dalam menggunakan teknologi juga menjadi bagian dari pengalaman yang diperhatikan konsumen.
Hal tersebut terlihat dari bagaimana Polytron mengembangkan berbagai produknya dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari. AC digunakan untuk menciptakan kenyamanan di rumah, perangkat dapur seperti Digital Low Carbo Rice Cooker PRC 2182S dan Oven Listrik KitchenMate PEO 50B1X membantu aktivitas memasak, laptop dan monitor mendukung pekerjaan, sementara kendaraan listrik menjadi salah satu pilihan untuk mobilitas.
Di rumah, berbagai produk tersebut akhirnya bertemu dengan rutinitas yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan televisi dan speaker untuk hiburan, ada yang mengandalkan perangkat rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari, dan ada pula yang menggunakan perangkat teknologi untuk bekerja.
Pendekatan tersebut sejalan dengan strategi 3i yang menjadi bagian dari perjalanan Polytron dalam mengembangkan produk dan melakukan personalisasi sesuai kebutuhan setiap generasi.
General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika menyampaikan, “Polytron adalah perusahaan elektronik nasional yang selama lebih dari 50 tahun tidak hanya bertahan, tetapi terus bertumbuh. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat Indonesia bahwa kami paling memahami kebutuhan mereka. Melalui strategi 3i—Invention, Innovation, dan Improvement—dengan personalisasi produk yang relevan bagi setiap generasi, kami ingin terus menjadi bagian dari kisah hidup masyarakat Indonesia.”
Perayaan ulang tahun ke-51 Polytron juga membawa perusahaan pada kolaborasi dengan MALIQ & D’Essentials melalui kampanye “Bangga Terus Melangkah”. Keduanya memiliki perjalanan yang panjang dan terus beradaptasi dengan perubahan zaman.
Melalui kolaborasi tersebut, Polytron ingin membawa pesan mengenai pentingnya menghargai setiap usaha yang dilakukan, termasuk langkah-langkah kecil yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari.
Kampanye tersebut diwujudkan melalui sebuah proyek music video bersama MALIQ & D’Essentials yang akan segera tayang. Pesan mengenai rasa bangga itu kemudian diperluas kepada masyarakat melalui sebuah program yang mengajak mereka ikut mengambil bagian dalam langkah baik.
5.100 Langkah Baik Polytron

Bersama Kitabisa.com, Polytron menginisiasi gerakan “5.100 Langkah Baik”. Masyarakat dapat berpartisipasi dengan melakukan repost pada postingan kampanye Polytron di media sosial, menuliskan komentar mengenai alasan “langkah baik” versi mereka, kemudian membagikannya melalui Instagram Story.
Setiap satu share akan dikonversikan menjadi donasi senilai Rp51.000. Donasi tersebut akan disalurkan secara transparan dalam bentuk beasiswa pendidikan dan bantuan alat usaha untuk rekan-rekan UMKM yang membutuhkan.
Angka 5.100 dalam gerakan tersebut juga menjadi bagian dari perayaan usia Polytron yang memasuki tahun ke-51. Perayaan ulang tahun akhirnya tidak hanya berlangsung dalam bentuk festival dan peluncuran produk, tetapi juga melalui program yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Setelah melewati perjalanan panjang sejak 1975, perubahan teknologi tentu masih akan terus terjadi. Kebutuhan masyarakat juga akan kembali berkembang, termasuk dalam cara bekerja, menikmati hiburan, menggunakan perangkat rumah tangga, hingga memilih teknologi untuk mobilitas.
Polytron sendiri telah melalui perubahan tersebut, dari produsen televisi hitam putih hingga memiliki lini produk yang lebih luas, termasuk perangkat rumah tangga, laptop, monitor, dan kendaraan listrik.
Tantangannya kemudian bukan hanya bagaimana sebuah perusahaan bisa bertahan selama puluhan tahun, tetapi bagaimana teknologi yang dibuat tetap dekat dengan orang yang menggunakannya.
Di usia 51 tahun, perjalanan Polytron pada akhirnya bukan hanya tentang angka. Ada perubahan zaman, kebiasaan, teknologi, dan generasi yang ikut menyertai perjalanan tersebut. Dan setelah lima dekade lebih, perjalanan itu masih terus berjalan.
