ASIAWORLDVIEW – Bitcoin, Ethereum, dan XRP kembali mengalami penurunan menyusul rilis data inflasi terbaru. Kondisi ini meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada rapat berikutnya. Rapat FOMC pada 15–16 September berpotensi membebani aset berisiko di pasar kripto.
Para ekonom sebelumnya memperkirakan kenaikan sebesar 0,4% pada Indeks Harga Produsen (PPI) Biro Statistik Tenaga Kerja AS bulan ini, yang sesuai dengan angka yang dilaporkan. Harga produsen naik 5,4% secara tahunan, sedikit lebih tinggi dari konsensus sebesar 5,3%.
Sementara itu, angka inflasi PPI Inti naik 0,2% secara bulanan, membalikkan penurunan sebesar 0,3%. PPI Inti tidak mengalami perubahan secara tahunan, yang sejalan dengan perkiraan. Meskipun terjadi sedikit pelambatan pada pertumbuhan harga mendasar, laporan tersebut menyebutkan bahwa tekanan inflasi masih tinggi.
Mata uang kripto utama mengalami aksi jual menyusul laporan inflasi tersebut. Harga Bitcoin turun sekitar 2,7% dalam 24 jam terakhir dan saat ini diperdagangkan di level $77.300. XRP turun sekitar 3,9% menjadi sedikit di atas $1,37, sementara Ethereum anjlok sekitar 2,1% ke level USD2.450.
Baca Juga: FLOQ: Pasar Bitcoin Masuki Fase Pembuktian
Grafik harga BTC 1 jam juga menunjukkan tanda-tanda meningkatnya momentum bearish. Bitcoin beberapa kali mencoba menguji zona resistensi USD79.000-USD80.000 tanpa berhasil. Namun, pada akhirnya harga diperdagangkan di bawah garis support USD77.500, membentuk titik terendah baru. Lilin merah tajam saat ini menunjukkan bahwa penjual mengambil alih kendali sejak rilis data inflasi dan kini meningkatkan potensi penurunan lebih lanjut jika pembeli tidak mampu menopang harga.
Pasar kini semakin fokus pada pertemuan FOMC The Fed pada 15-16 September. Setelah data PPI AS dirilis, alat CME FedWatch menunjukkan para trader memperkirakan peluang sebesar 74% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75%-4,00%, turun dari 80% sebelum rilis data, serta peluang 26% untuk kisaran 3,50%-3,75%, naik dari 20%.
Ketika suku bunga tinggi, hal ini cenderung berdampak negatif bagi mata uang kripto, karena suku bunga yang lebih tinggi akan memperkuat dolar AS dan meningkatkan imbal hasil obligasi Treasury, sehingga menurunkan permintaan terhadap aset berisiko. Laporan CPI hari Jumat juga menjadi sorotan pasar karena dapat semakin memengaruhi ekspektasi terhadap keputusan The Fed, serta memicu tekanan jual yang lebih besar terhadap Bitcoin, Ethereum, dan XRP atau justru meredakannya.
