ASIAWORLDVIEW – Pasar smartphone foldable memasuki babak yang sama sekali baru pada September 2026. Samsung mengungkap adanya peningkatan signifikan jumlah pengguna iPhone yang beralih ke perangkat foldable Galaxy. Tepat ketika Apple akhirnya resmi memasuki segmen smartphone lipat melalui peluncuran iPhone Duo. Momentum ini bukan sekadar pertarungan produk, melainkan pertanda pergeseran lanskap kompetisi di industri mobile yang selama bertahun-tahun didominasi oleh form factor slab atau layar datar. Samsung, yang telah membangun posisi lebih awal di pasar foldable, kini menuai hasil dari strategi jangka panjangnya.
Sementara itu, Apple—meski terlambat masuk—datang dengan basis pengguna iPhone yang sangat besar, brand equity yang kuat, dan kemampuan ekosistem yang sulit ditandingi. Bagi investor, dinamika ini menjadi perhatian serius karena keberhasilan atau kegagalan produk foldable berpotensi memengaruhi prospek bisnis, proyeksi pendapatan, hingga pergerakan saham kedua perusahaan di pasar modal global.
Mengutip berbagai sumber, Jumat (11/9/2026), Samsung mengklaim tingkat perpindahan pengguna iOS ke seri Galaxy Z Fold8 mencapai 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan tingkat perpindahan ke generasi Fold7 dan Flip7 pada tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa perangkat foldable Samsung mulai memiliki daya tarik yang lebih besar di kalangan pengguna iPhone, sesuatu yang sebelumnya sulit terjadi karena kuatnya ekosistem Apple.
Baca Juga: Apple Rilis iPhone 18 Pro, Kamera Variable Aperture Jadi Sorotan
Di Amerika Serikat, sekitar 30% pembeli Galaxy Z Flip8 disebut berasal dari pengguna perangkat merek lain. Menariknya, sebagian besar dari mereka merupakan konsumen yang baru pertama kali membeli smartphone foldable. Artinya, Samsung tidak hanya mencuri pangsa dari kompetitor, tetapi juga berhasil memperluas basis pengguna baru di segmen yang selama ini dianggap niche. Untuk memperlancar migrasi, Samsung memperbarui fitur Smart Switch sehingga pengguna iPhone dapat memindahkan data ke perangkat Galaxy hanya dengan pemindaian kode QR, tanpa perlu memasang aplikasi tambahan.
Keunggulan Samsung sebagai pelopor menjadi faktor penting dalam persaingan ini. Samsung mulai memasuki pasar foldable pada 2019 melalui Galaxy Fold, yang berarti perusahaan Korea Selatan tersebut memiliki pengalaman sekitar tujuh tahun dalam mengembangkan dan memasarkan perangkat dengan layar lipat.
Rentang waktu itu memberi Samsung waktu lebih panjang untuk menyempurnakan desain, mekanisme engsel, software, serta pengalaman pengguna pada perangkat foldable. Mereka telah melewati berbagai iterasi, mulai dari masalah durabilitas awal hingga penyempurnaan multitasking dan optimasi aplikasi. Apple kini harus menghadapi tantangan untuk mengejar pengalaman tersebut.
Masuknya Apple ke pasar foldable juga dapat memperluas ukuran pasar secara keseluruhan karena basis pengguna iPhone yang sangat besar. Menurut Counterpoint Research, Samsung diproyeksikan tetap memimpin pasar foldable pada 2026 dengan pangsa sekitar 32%, sedangkan Apple diperkirakan langsung mengambil sekitar 25% setelah memasuki pasar tersebut. Huawei juga masih menjadi pemain penting, khususnya di pasar China. Peta ini menunjukkan bahwa pasar foldable tidak lagi hanya tentang Samsung, tetapi sudah menjadi arena tiga kekuatan besar dengan strategi dan kekuatan masing-masing.
Apple akhirnya memperkenalkan perangkat foldable pertamanya yang diberi nama iPhone Duo pada acara 9 September 2026. Perangkat tersebut dibanderol mulai USD1.999 untuk kapasitas 256 GB dan mencapai USD3.199 untuk varian 2 TB. iPhone Duo memiliki layar internal berukuran sekitar 7,6 inci dan layar eksternal 5,4 inci dengan bodi berbahan titanium. Harga tersebut menjadikan iPhone Duo sebagai salah satu perangkat paling premium yang pernah diperkenalkan Apple. Pre-order dijadwalkan dimulai pada 16 Oktober.
Sementara penjualan perdana berlangsung pada 23 Oktober di Amerika Serikat dan lebih dari 70 negara lainnya. Peluncuran tersebut juga menjadi momen penting bagi CEO baru Apple, John Ternus, yang baru menggantikan Tim Cook pada 1 September 2026. Karena itu, iPhone Duo bukan hanya produk baru, tetapi juga menjadi salah satu ujian awal bagi arah Apple di bawah kepemimpinan baru. Publik dan investor akan menilai apakah Apple mampu mempertahankan standar kualitas, integrasi ekosistem, dan daya tarik premiumnya di form factor yang relatif baru bagi mereka.
Secara teknologis, persaingan foldable ke depan akan ditentukan oleh beberapa faktor kunci: durabilitas engsel dan layar lipat, kualitas software multitasking, optimasi aplikasi, integrasi ekosistem, serta harga. Samsung memiliki keunggulan first-mover, skala produksi, dan portofolio yang lebih matang. Apple memiliki loyalitas pengguna, chipset kelas atas, dan ekosistem terintegrasi yang bisa menjadi magnet bagi pengguna setia. Data perpindahan pengguna iPhone ke Galaxy Fold8 dan Flip8 menunjukkan bahwa Samsung sedang berusaha memanfaatkan momen sebelum Apple benar-benar mapan di segmen ini. Namun, masuknya Apple juga bisa menjadi katalis positif bagi seluruh industri karena akan meningkatkan kesadaran konsumen terhadap perangkat foldable, mendorong inovasi lebih cepat, dan memperbesar total addressable market. Bagi investor, sinyal yang perlu dicermati bukan hanya angka pangsa pasar, tetapi juga average selling price, margin, volume pengiriman, dan kemampuan masing-masing perusahaan mempertahankan momentum setelah periode peluncuran. Dengan kata lain, 2026 adalah tahun krusial bagi pasar foldable. Samsung ingin mempertahankan dominasinya, Apple ingin membuktikan bahwa mereka bisa menjadi pemain utama, dan Huawei tetap menjadi kekuatan yang tidak bisa diabaikan, terutama di China. Pertarungan ini akan menentukan arah industri smartphone premium setidaknya hingga beberapa tahun ke depan.
