ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin hari ini, Jumat (28/8/2026), menunjukkan pergerakan yang sangat dinamis dengan penguatan signifikan, diperdagangkan di kisaran 80.000 hingga 81.000 dolar AS per keping. Berdasarkan pantauan di CoinMarketCap sekitar pukul 08.00 WIB, Bitcoin berada di angka 80.805 dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp 1,43 miliar dengan asumsi kurs Rp 17.716 per dolar AS.
Sumber lain mencatatkan harga yang sedikit berbeda, misalnya KuCoin melaporkan harga 80.248,5 dolar AS, sementara data dari Binance menunjukkan Bitcoin sempat menembus level 81.000 USDT. Bahkan, dalam perdagangan pagi hari, Bitcoin sempat melonjak melewati 81.000 dolar AS sebelum akhirnya sedikit terkoreksi.
Pergerakan harga ini terjadi di tengah sentimen positif yang menyelimuti pasar kripto secara global. Penguatan Bitcoin dalam sepekan terakhir mencapai sekitar 9,33 persen, dan jika ditarik dari titik terendahnya pada pertengahan Agustus yang sempat menyentuh 62.650 dolar AS (Rp 1,11 miliar).
Baca Juga: Bitcoin dan XRP Menguat Jelang Pemungutan Suara CLARITY Act
Kenaikan Bitcoin telah melonjak hingga 27 persen. Secara bulanan, Bitcoin bahkan mencatatkan kenaikan lebih dari 28 persen, menjadikannya kenaikan bulanan terbesar sejak November 2024.
Beberapa faktor utama mendorong reli harga ini. Pertama, adanya optimisme terhadap regulasi kripto di Amerika Serikat serta fenomena short squeeze yang memaksa para spekulan yang bertaruh pada penurunan harga untuk membeli kembali Bitcoin, sehingga semakin mendongkrak harga. Kedua, keputusan Kementerian Keuangan AS untuk menggandakan program pembelian kembali obligasi jangka panjang memicu kekhawatiran akan pelemahan nilai dolar (currency debasement trade), yang membuat aset-aset keras seperti Bitcoin dan emas kembali dilirik sebagai lindung nilai. Ketiga, arus masuk dana institusional melalui ETF Bitcoin spot di AS tercatat sangat deras, dengan total net inflow lebih dari 26 miliar dolar AS dalam delapan hari perdagangan berturut-turut, yang menunjukkan bahwa permintaan dari investor besar tetap solid.
Namun demikian, para analis mengingatkan bahwa pasar saat ini berada dalam level overbought atau jenuh beli. Indeks Fear & Greed telah kembali memasuki zona “keserakahan ekstrem” untuk pertama kalinya sejak akhir 2024, yang secara historis sering kali menandakan potensi koreksi harga dalam jangka pendek.
Level support utama Bitcoin saat ini berada di kisaran 78.000–79.000 dolar AS, sementara level resistensi kuncinya terletak di 81.000–83.000 dolar AS. Pidato Ketua Fed Warsh serta berakhirnya kontrak opsi Bitcoin senilai sekitar 6,4 miliar dolar AS pada hari yang sama juga berpotensi meningkatkan volatilitas harga secara signifikan
