ASIAWORLDVIEW – Harga Cardano (ADA) naik sebesar 20% dalam tujuh hari menjelang hari ini, Kamis (27/8/2026). Kenaikan ini terjadi seiring pergeseran sentimen di pasar kripto secara luas ke arah keserakahan ekstrem setelah Bitcoin (BTC) menembus level USD80.000.
Kenaikan harga ADA kini menarik perhatian pendiri Zero Knowledge, Austin Campbell, yang mempertanyakan mengapa harga Cardano naik padahal fundamentalnya lemah.
Campbell mengatakan bahwa ia tidak memahami mengapa Cardano mengalami kenaikan sebesar Bitcoin, dan bahkan menambahkan bahwa kenaikan tersebut mungkin disebabkan oleh kurangnya likuiditas pada ADA.
Baca Juga: Cardano Naik 11% Usai Masuk ETF T.Rowe, Mengapa?
“Sesuatu yang tidak memiliki utilitas dan tidak memiliki dasar fundamental untuk menilai nilainya mungkin mudah merosot, karena harganya hanya naik karena spekulasi semata dan terus naik karena tidak ada likuiditas sama sekali,” kata Campbell.
Ia juga menambahkan bahwa ia tidak yakin dengan kinerja banyak altcoin, terutama yang belum diadopsi dalam tokenisasi. Campbell berpendapat bahwa sebagian besar altcoin ini, kecuali Hyperliquid (HYPE), hanya naik karena korelasinya dengan BTC.
Data dari DeFiLlama menunjukkan bahwa Total Value Locked (TVL) di Cardano telah turun dari 509 juta ADA pada 1 Januari 2026 menjadi 272 juta ADA pada saat artikel ini ditulis. Penurunan ini menunjukkan bahwa Cardano telah kehilangan 237 juta ADA dari TVL-nya hanya pada tahun 2026 saja.
Volume DEX juga turun dari level tertinggi baru-baru ini sebesar USD56 juta pada 22 Agustus menjadi USD965.000. Berdasarkan angka-angka ini, volume tersebut telah turun sebesar 98% dalam lima hari.
TokenTerminal juga menunjukkan bahwa penurunan TVL DeFi dan volume DEX telah mendorong jumlah pendapatan bulanan di jaringan Cardano dari USD20.000 pada Januari 2026 menjadi USD8.000 pada Agustus 2026.
Penurunan aktivitas jaringan ini terjadi menjelang pembaruan Dijkstra yang akan diluncurkan pada fase pertama di kuartal keempat 2026, sebagaimana dilaporkan sebelumnya oleh CoinGape. Pembaruan ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan dan keamanan jaringan Cardano.
Rasio long/short sebesar 0,89 juga menunjukkan bahwa penjual short kini mendominasi pasar futures Cardano karena mereka bertaruh bahwa harga akan turun seiring para trader merealisasikan keuntungan. CoinGlass juga menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan berjangka seputar Cardano telah mereda setelah volume turun sebesar 15% menjadi USD434 juta.
Jika Cardano menembus resistensi di garis tren atas saluran naik ini, harganya berpotensi mencapai EMA 200 hari di level USD0,24. Garis tengah saluran naik ini di USD0,19 juga berfungsi sebagai support. Garis tengah ini juga bertepatan dengan EMA 100 hari, yang menunjukkan bahwa pergerakan di bawah support ini berpotensi mengubah tren menengah dari bullish menjadi bearish.
