ASIAWORLDVIEW – Pemenuhan protein merupakan salah satu fondasi utama dalam penerapan gizi seimbang. Apalagi bagi anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan. Protein berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, mendukung perkembangan otot, serta menjaga fungsi sistem imun agar anak lebih tahan terhadap penyakit.
Pemenuhan protein yang terintegrasi dalam gizi seimbang bukan sekadar soal nutrisi, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan, kecerdasan, dan kualitas hidup anak di masa depan.
“Pemenuhan protein merupakan bagian penting dari penerapan gizi seimbang bagi anak. Keluarga dapat menyusun pola makan lengkap dan beragam dengan memanfaatkan berbagai bahan pangan yang tersedia di sekitar,” sebut ahli Nutrisi Tara Mutiara Ramdani, S.Gz., M.Sc.
“Definisi sehat adalah kita harus menerapkan gizi seimbang, lengkap, dan juga bervariasi. Itu yang paling penting,” ia menambahkan dalam acara Budget Boleh Minimal, Nutrisi Harus Tetap Optimal.
Baca Juga: Alternatif Sehat Susu Sapi: Kedelai dan Kacang Polong Jadi Pilihan Utama Tinggi Protein
Orangtua perlu menyusun pola makan yang lengkap dan beragam dengan memanfaatkan berbagai bahan pangan yang tersedia di sekitar. Misalnya, sumber protein hewani. Misalnya telur, ikan, ayam, dan daging dapat dipadukan dengan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, tempe, tahu, atau bahkan susu kedelai.
“Pola makan yang beragam tidak hanya memastikan kecukupan protein, tetapi juga melengkapi kebutuhan zat gizi lain seperti vitamin, mineral, dan serat,” ia menambahkan.
Selain itu, pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan dan keterjangkauan gizi seimbang. Misalnya, keluarga dapat mengolah ikan segar dari pasar tradisional, memanfaatkan sayuran hijau dari kebun sekitar, atau mengkombinasikan dengan buah musiman yang kaya antioksidan.
Dengan cara ini, anak tidak hanya mendapatkan asupan protein yang cukup, tetapi juga terbiasa dengan pola makan sehat yang sesuai dengan budaya dan kearifan lokal. Pola makan yang lengkap dan beragam juga membantu mencegah risiko malnutrisi, obesitas, maupun gangguan pertumbuhan.
