Volatilitas Tinggi, IHSG Berbalik Arah Usai Dibuka Hijau

Ilustrasi pergerakan harga saham.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan volatilitas yang sangat tinggi pada Rabu (26/8/2026). Setelah sempat menguat di awal perdagangan, indeks utama bursa saham Indonesia ini berbalik arah dan terpaksa ditutup melemah 1,76% atau 113,72 poin ke level 6.387,95.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang yang cukup lebar, dari level tertinggi 6.510 hingga terendah 6.383. Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 16,2 miliar saham dan nilai transaksi Rp 8,7 triliun.

IHSG memulai perdagangan dengan sentimen yang cukup optimistis. Indeks dibuka di zona hijau, menguat tipis 0,08% atau 5,47 poin ke level 6.507,14. Penguatan awal ini bahkan sempat mendorong IHSG ke posisi tertingginya di 6.510.

Baca Juga: Bank Mandiri dan Kontroversi Pemblokiran Rekening: Goncangan Kepercayaan di Era Digital

Namun, momentum positif tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual yang masif mulai terasa tidak lama setelah bel pembukaan berbunyi, dengan cepat menyeret indeks ke zona merah. Dalam hitungan menit, IHSG berbalik arah dan mengalami penurunan yang signifikan. Pada pukul 09.07 WIB, indeks telah tergelincir 1,15% ke level 6.427, dan sempat menyentuh titik terendahnya di 6.422.

Setelah mengalami penguatan yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Pelaku pasar memilih untuk merealisasikan keuntungan mereka.

Pasar mencermati penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dan sanksi terbaru AS terhadap Iran. Selain itu, ekspektasi terhadap data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) di AS yang akan dirilis turut menjadi perhatian.

Perhatian pasar tertuju pada proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Gubernur Bank Indonesia oleh Komisi XI DPR serta hasil evaluasi berkala BEI terhadap 14 indeks saham yang akan berlaku mulai September. Pelemahan IHSG terjadi secara luas, dengan seluruh sektor saham tercatat berada di zona merah pada sesi pagi, yang mengindikasikan tekanan jual yang menyeluruh di pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *