Audit Perdana Tether Jadi Momen Penentu Industri Stablecoin

Tether

ASIAWORLDVIEW – Penerbit USDT, Tether, telah menyelesaikan audit keuangan independen pertamanya. Menggandeng firma audit terkemuka KPMG, mengeluarkan opini tanpa pengecualian atas laporan keuangan perusahaan tahun 2025.

CEO Paolo Ardoino menggambarkannya sebagai momen penting. Hal iti karena penerbit stablecoin tersebut berpotensi menargetkan ekspansi di AS.

“Audit ini sebagai momen penentu bagi industri stablecoin. Ia mengutip klaim dari para penentang yang menyatakan bahwa penerbit USDT tidak mampu menyelesaikan audit dan telah menolak untuk menjalani pemeriksaan yang paling ketat,” ia mengatakan.

Dalam siaran persnya, penerbit USDT tersebut mengumumkan keberhasilan penyelesaian audit independen menyeluruh atas laporan keuangan tahun 2025-nya, yang dilakukan oleh KPMG. “Audit ini, yang diselesaikan sesuai dengan standar profesional yang berlaku, merupakan salah satu tonggak sejarah paling signifikan dalam sejarah Tether, sekaligus menjadi audit keuangan perdana terbesar dalam sejarah,” demikian bunyi siaran pers tersebut.

Baca Juga: Tether Terancam Tersingkir dari AS, Ternyata Ini Penyebabnya

Hal ini terjadi beberapa bulan setelah Tether pertama kali menunjuk KPMG untuk mengaudit laporan keuangannya, menyusul bertahun-tahun adanya FUD (Fear, Uncertainty, and Doubt) terkait cadangan stablecoin-nya. Penerbit stablecoin tersebut mengungkapkan bahwa firma audit ‘empat besar’ tersebut mengeluarkan opini audit tanpa pengecualian atas laporan keuangannya.

“KPMG mengeluarkan opini audit tanpa pengecualian atas laporan keuangan Tether, yang berarti menurut pendapat KPMG, laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar, dalam segala hal yang material, posisi keuangan Perusahaan per 31 Desember 2025, serta hasil operasinya dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di AS,” kata Tether.

Sementara itu, sebagai bagian dari proses audit, KPMG dilaporkan telah menghitung dan memeriksa secara fisik setiap batangan emas yang dimiliki oleh penerbit stablecoin tersebut. Firma audit tersebut juga memeriksa cadangan perusahaan yang menjadi jaminan bagi stablecoin USDT dan token Tether Gold-nya.

“Kami sekali lagi telah membuktikan bahwa mereka salah. Penyelesaian audit laporan keuangan kami menetapkan standar baru bagi industri ini dan mencerminkan kepemimpinan yang telah kami bawa ke pasar ini sejak awal,” katanya. Chief Financial Officer (CFO) perusahaan, Simon McWilliams, mengemukakan pandangan serupa, menggambarkan audit tersebut sebagai momen “bersejarah” bagi penerbit USDT dan industri ini.

CFO tersebut juga mencatat bahwa audit tersebut menguatkan laporan tahun 2025 mereka, yang menunjukkan bahwa cadangan mereka melebihi kewajiban sebesar $6,814 miliar. Selesainya audit ini terjadi saat Tether berencana untuk berekspansi di AS, terutama dengan peluncuran stablecoin USAT yang sesuai dengan GENIUS-Act pada awal tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *