ASIAWORLDVIEW – Percakapan tentang kolagen memang tak pernah sepi, apalagi di dunia kecantikan dan gaya hidup yang selalu haus akan solusi anti-penuaan. Ini merupakan protein paling melimpah dalam tubuh, bahkan disebut sebagai “perekat” yang menjaga kekencangan dan struktur kulit, kekuatan tulang, serta elastisitas jaringan ikat.
Namun, tubuh kita ternyata tidak selalu setia memproduksi kolagen seumur hidup. Penurunan produksi kolagen dimulai sejak usia 25 tahun, menyebabkan kulit yang kendur, garis halus, rambut yang rapuh, hingga nyeri sendi yang terkadang datang tanpa diundang.
Kolagen, jenis protein alami, berserat, dan tidak larut yang paling melimpah di dalam tubuh manusia. Meskipun tubuh dapat memproduksi kolagen secara alami, jumlah kolagen dapat berkurang seiring bertambahnya usia.
Kolagen merupakan fondasi utama yang memberikan struktur dan kekuatan pada tulang, tendon, kulit, dan jaringan ikat. Selain itu, kolagen juga dapat ditemukan di bagian tubuh lainnya, seperti gigi, kornea, dan pembuluh darah, mengutip Health, Sabtu (8/8/2026).
Minuman kolagen biasanya mengandung peptida kolagen terhidrolisis—molekul kecil yang lebih mudah diserap tubuh dan dianggap lebih efektif dibandingkan kolagen topikal. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kolagen oral dapat meningkatkan elastisitas dan hidrasi kulit, mengurangi kerutan halus, serta memperkuat rambut dan kuku yang rapuh.
Kolagen juga memperkuat struktur pembuluh darah dan meningkatkan elastisitasnya. Pembuluh darah yang kuat dapat meningkatkan aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh, termasuk kulit. Ketika sirkulasi darah membaik, lebih banyak oksigen dan nutrisi disalurkan ke sel-sel kulit. Akibatnya, kulit Anda akan terlihat lebih cerah dan sehat.
Manfaat kolagen bagi kulit dan wajah tidak dapat disangkal. Kolagen dikenal dapat membantu mengencangkan kulit, mencegah penuaan dini, dan mengatasi kulit kering. Manfaat kolagen bagi wajah dan kulit dapat dioptimalkan dengan rekomendasi dokter mengenai berbagai jenis perawatan kecantikan yang dapat Anda jalani. Salah satunya adalah meningkatkan kadar kolagen untuk menjaga kekencangan kulit wajah.
Baca Juga: Riset: Perempuan Asia Lebih Awet Muda, Waspadai Tantangan Noda Hitam
Seiring bertambahnya usia, jumlah kolagen dalam tubuh berkurang. Salah satu dampaknya pada wanita adalah rambut menipis atau rontok. Faktanya, penurunan kolagen pada pria dapat menyebabkan kebotakan. Untuk mengatasi kondisi ini, disarankan agar Anda meningkatkan asupan makanan yang mengandung asam amino. Asam amino adalah jenis protein yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi kolagen.
Manfaat lain dari kolagen adalah kemampuannya untuk meningkatkan massa otot, mengingat kolagen merupakan salah satu komponen utama dalam pembentukan jaringan otot. Selain itu, meningkatkan asupan kolagen dapat meredakan gejala osteoartritis (peradangan kronis pada sendi) dan nyeri sendi secara umum. Namun, manfaat khusus kolagen ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memperoleh bukti yang lebih akurat.
Salah satu fungsi kolagen adalah membantu proses penyembuhan luka dengan menarik sel-sel kulit baru ke area yang terluka. Dengan cara ini, jaringan kulit baru akan pulih lebih cepat dan menjadi lebih kuat. Kolagen juga berguna untuk pembentukan jaringan di bagian tubuh lain, seperti ligamen, tendon, dan otot, setelah cedera.
Kolagen bertindak sebagai antioksidan yang berpotensi memperlambat pembentukan rambut putih. Hal ini karena, selain dipengaruhi oleh faktor genetik, pembentukan rambut putih juga dapat dipercepat oleh paparan radikal bebas. Sebagai antioksidan, kolagen juga membantu melindungi folikel rambut dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.
Jangan heran jika dalam beberapa bulan rutin mengonsumsinya, Anda melihat perubahan pada pantulan cahaya di pipi atau kekuatan kuku yang tidak mudah patah. Dokter pun menegaskan bahwa kolagen oral mampu meningkatkan densitas kolagen dari dalam, jauh lebih efektif daripada krim yang hanya bekerja di permukaan kulit.
Namun, seperti halnya tren kecantikan lainnya, minuman kolagen bukanlah solusi universal. Jika pola makan Anda sudah kaya protein dan vitamin C (dari sayuran hijau, ikan, telur, kaldu tulang), tubuh sebenarnya masih bisa memproduksi kolagen alami tanpa tambahan suplemen.
Minuman kolagen bisa menjadi pelengkap gaya hidup sehat yang menyenangkan, tetapi bukan pengganti dari pola makan bergizi, istirahat cukup, dan perawatan kulit yang konsisten. Seperti yang sering dikatakan dalam dunia kecantikan, kecantikan sejati memang berasal dari dalam, tetapi tidak ada salahnya memberi sedikit “bantuan” untuk mempertahankan kilau itu lebih lama.

