Pemerintah Tingkatkan Produksi Gula Nasional, Lampaui Pencapaian Era Kolonial

Tanaman tebu penghasil gula.

ASIAWORLDVIEW – Pemerintah Indonesia sedang berupaya untuk meningkatkan produksi gula nasional. Bahkan, sampai melampauai ke tingkat yang terakhir kali terlihat pada era kolonial Belanda.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan usaha keras dilakukan. Ia menambahkan tujuan ambisius seperti itu dapat dicapai melalui disiplin dan manajemen yang ketat.

“Apakah kamu tahu bahwa ketika Indonesia berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda, negara ini memproduksi 10 ton gula per hektar?” Itu adalah hasil dari tekanan, disiplin, dan ketegasan,” katanya kepada wartawan.

Saat ini, Indonesia memproduksi sekitar 4 ton gula per hektar. Namun, dengan penggunaan teknik modern dan upaya yang berkelanjutan, dia percaya hasilnya bisa meningkat hingga 14 ton per hektar.

Dia menekankan pentingnya Indonesia mendapatkan kembali statusnya sebagai produsen gula terbesar kedua di dunia dan mencapai swasembada dalam waktu tiga tahun.

Baca Juga: Indonesia Percepat Produksi Biodiesel dari Sawit untuk Diekspor ke Luar Negeri

Untuk mencapai target-target ini, pemerintah berencana untuk memperluas perkebunan tebu seluas 1 juta hektar dan meningkatkan produktivitas 500.000 hektar lahan tebu yang sudah ada.

“Kami yakin bahwa dengan konsistensi, Indonesia akan mencapai swasembada gula dalam tiga tahun ke depan,” katanya.

Ia menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mempercepat kecukupan gula melalui reformasi yang komprehensif.

Langkah-langkah pemerintah mencakup peningkatan kualitas benih, pembaruan metode penanaman, peningkatan pengolahan hilir, dan reformasi mekanisme perdagangan.

“Tujuannya sederhana: untuk memastikan bahwa petani dapat memperoleh keuntungan.” Kerugian hanya akan membuat mereka enggan menanam,” jelasnya.

Kementerian Pertanian telah menetapkan peta jalan untuk mencapai swasembada gula pasir pada tahun 2028, dan untuk semua jenis gula pada tahun 2030.