Dorong Transisi Energi, GWM Perkuat Pasar Mobil Listrik di Indonesia

GWM

ASIAWORLDVIEW – Arah elektrifikasi Indonesia kian terarah lewat diversifikasi teknologi, yang menunjukkan komitmen pemerintah dan industri untuk mempercepat transisi energi bersih. Apalagi sejak berlangsungnya Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.

Diversifikasi ini mencakup pengembangan berbagai sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, hidro, dan biomassa, serta pemanfaatan teknologi baterai dan kendaraan listrik. Indonesia tidak hanya bergantung pada satu jenis energi, tetapi membangun ekosistem yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Temuan terbaru dari studi Drivers of Change yang dilakukan Inchcape pada Februari 2025 di tujuh negara Asia-Pasifik menunjukkan optimisme berkelanjutan terhadap New Energy Vehicles (NEV). Secara regional, 83% responden menyatakan pandangan positif terhadap kendaraan elektrifikasi, dengan 26% telah memiliki atau pernah mengendarai kendaraan listrik maupun hybrid, dan 57% menyatakan niat untuk mengadopsinya di masa depan.

Bagus Susanto, Interim Managing Director, Inchcape Indonesia menjelaskan, seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (26/2/2026), GWM tampil ambisius dalam mengenalkan mobil listriknya yang tangguh di Indonesia. Hal ini sebagai bagian dari strategi ekspansi global sekaligus mendukung arah elektrifikasi nasional.

Baca Juga: GWM Tank 500 Diesel Debut di IIMS 2026, SUV Mewah Mulai Rp700 Juta-an

“Tidak hanya menawarkan performa yang kuat dan teknologi mutakhir, tetapi juga menekankan pada efisiensi energi serta keberlanjutan lingkungan. Dengan desain modern dan fitur canggih, GWM berusaha menarik minat konsumen Indonesia yang semakin peduli terhadap kendaraan ramah lingkungan,” ia mengatakan.

Respons pasar sepanjang 2025 menunjukkan daya tarik pendekatan tersebut. Inchcape mencatat 1.628 unit wholesales (naik 105% secara tahunan) dan 1.449 unit retail (naik 115% secara tahunan). Model baru memberikan kontribusi signifikan, dengan ORA 03 menyumbang 24% volume wholesales, diikuti Tank 300 Diesel 4×4 (22%), Tank 300 Hybrid (15%), dan Tank 300 Diesel 4×2 (14%).

“Tank 500 Diesel diposisikan sebagai SUV premium yang menyeimbangkan kenyamanan first-class untuk melintasi segala medan, efisiensi, serta teknologi dan keamanan tingkat tinggi. Tujuan kami adalah memperluas akses terhadap mobilitas berkualitas melalui portofolio yang mencerminkan realitas kebutuhan konsumen yang beragam,” tutur Bagus.

Pendekatan ini juga memperkuat daya saing nasional, membuka peluang investasi baru, serta mendukung target pengurangan emisi karbon. Melalui diversifikasi teknologi, elektrifikasi di Indonesia diarahkan untuk menjawab kebutuhan energi masa depan sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.