Pangsa Pasar Ekonomi Syariah Nasional Ditargetkan Capai 75 Persen

Rupiah.

ASIAWORLDVIEW – Pasar industri ekonomi syariah nasional saat ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat, didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal dan layanan berbasis prinsip syariah. Perkembangan ini terlihat dari ekspansi sektor perbankan syariah, fintech, investasi halal, hingga industri makanan dan pariwisata yang semakin mengedepankan standar syariah.

Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, yang juga menjabat sebagai Ketua Penasihat Center for Sharia Economic Development Institute for Development of Economics and Finance (CSED Indef), menyampaikan proyeksi optimistis bahwa pangsa pasar industri ekonomi syariah nasional dapat mencapai 75 persen.

“Keuangan syariah itu 30 persen, kalau ekonomi syariah secara keseluruhan itu baru 40 persen. Idealnya di atas 50 persen. Kira-kira industri ekonomi syariah harus kita capai 75 persen market share-nya, pangsa pasarnya,” ujarnya.

Baca Juga: Produk Halal Jadi Peluang Ekspor dan Investasi Syariah

Meskipun pangsa pasar masih di bawah 50 persen, Ma’ruf Amin menilai kemajuan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia saat ini sudah signifikan. Ia menyatakan hal tersebut terlihat dari sejumlah pencapaian, antara lain Indonesia secara konsisten selalu masuk dalam jajaran teratas Global Islamic Economy Indicator (GIEI) dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam GIEI 2025.

Dukungan regulasi pemerintah, peningkatan literasi keuangan syariah, serta keterlibatan lembaga riset dan akademik turut memperkuat ekosistemnya. Dengan basis populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai motor utama pembangunan nasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi syariah global.

Menurutnya, potensi besar ini lahir dari meningkatnya minat masyarakat terhadap produk dan layanan berbasis syariah, serta dukungan regulasi yang semakin jelas dalam mendorong pertumbuhan sektor tersebut.

“Penguatan ekosistem keuangan syariah, termasuk perbankan, fintech, dan investasi halal, Indonesia diharapkan mampu memperluas peran ekonomi syariah sebagai pilar utama pembangunan nasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi syariah global,” tambahnya.