ASIAWORLDVIEW – Indonesia International Baby Products and Toys Expo (IBTE) kembalii dihelat tahun ini. Pameran ini menghadirkan lebih dari 1.000 booth dari berbagai negara dan wilayah seperti Indonesia, Korea, China, Malaysia, dan Singapura. Sebagai pameran B2B terbesar di Asia Tenggara untuk industri produk bayi dan mainan.
“Pameran ini menjadi platform strategis bagi para pelaku industri produk bayi dan mainan untuk mengeksplorasi peluang baru, bertukar wawasan, dan menjalin kolaborasi dalam menghadapi dinamika pasar. Melalui interaksi langsung dengan pemasok terpercaya, peserta dapat memperoleh akses ke produk berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif,” ujar Bapak Sutjiadi Lukas, Ketua Asosiasi Mainan Indonesia, dikutip Asiaworldview.com, Senin (4/8/2025).
IBTE juga memamerkan beragam kategori produk mulai dari mainan edukatif, produk ibu dan bayi, hingga teknologi berbasis AI dan lisensi IP. Selain menjadi ajang pameran, acara ini juga menghadirkan sesi edukatif dari Tokopedia Indonesia dan konferensi lisensi IP bersama pakar internasional, termasuk perwakilan dari The Walt Disney Company.
Baca Juga: IEAE 2025: Pameran Elektronik dan Peralatan Pintar Terbesar di Asia Tenggara
Pengunjung bisa melihat langsung tren global seperti mainan berbasis AI, blind box, dan collectible cards. Pameran ini berguna untuk pengembangan produk atau diversifikasi bisnis.
Dengan area pameran seluas hampir 20.000 meter persegi dan estimasi 40.000 pengunjung, IBTE 2025 menjadi wadah strategis bagi pelaku industri untuk menjalin kemitraan, mengeksplorasi tren global, dan memperluas jaringan bisnis di pasar yang terus berkembang. IBTE 2025 diselenggarakan pada 20 hingga 22 Agustus di Jakarta International Expo.
“Total sebanyak 40.000 pengunjung diperkirakan akan memadati area pameran selama berlangsungnya acara — mulai dari pembeli profesional, retailer, pemilik concept store, pelaku industri kreatif, hingga konsumen umum yang antusias terhadap tren produk bayi dan mainan terkini. Kehadiran mereka diharapkan dapat mendorong terciptanya peluang bisnis baru, pertukaran ide, serta memperkuat rantai pasok industri produk bayi dan mainan di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara,” Nelson Hou, General Manager IBTE, menambahkan.
