Trump Umumkan Tarif Impor AS untuk Jepang dan Korsel, Harga Bitcoin Ikut Bereaksi

Bitcoin.

ASIAWORLDVIEW – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu ketegangan global dengan mengumumkan tarif impor 25% terhadap barang-barang dari Jepang dan Korea Selatan hari ini, Rabu (9/7/2025). Langkah ini menghidupkan kembali retorika keras dari pidato “Hari Pembebasan” 2 April lalu, di mana Trump menekankan perlunya “keseimbangan timbal balik” dalam perdagangan.

Tarif berlaku mulai 1 Agustus, memberi waktu negosiasi terbatas bagi negara mitra. Trump menyebut Jepang dan Korea Selatan melakukan praktik perdagangan tidak adil dan “transshipment” untuk menghindari tarif.

Langkah Trump ini memperlihatkan bagaimana kebijakan geopolitik bisa langsung mengguncang pasar digital. Harga Bitcoin (BTC) sempat menyentuh USD107.936, turun dari level tertinggi mingguan di atas USD111.000.

Baca Juga: Harga Bitcoin Meroket USD109.500, Alami Penembusan Kuat

Jika ketegangan dagang meningkat, BTC bisa turun di bawah USD100.000, menurut analis. Namun, jika dolar AS melemah akibat perang dagang, Bitcoin bisa pulih sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Setelah postingannya, harga BTC turun, menurut data dari CoinMarketCap. Kripto unggulan ini baru saja diperdagangkan di atas level psikologis USD108.000 dan sekarang berisiko jatuh di bawah level ini, mengingat betapa bearishnya tarif Trump ini bagi pasar.

BTC kini diperlakukan lebih sebagai aset berisiko ketimbang lindung nilai seperti emas. Investor beralih ke aset aman, menyebabkan penurunan tajam di pasar saham dan kripto secara bersamaan.

Dalam dua postingan terpisah di Truth Social, Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk memberlakukan tarif 25% pada Jepang dan Korea Selatan. Presiden mencatat dalam kedua surat tersebut bagaimana perdagangan antara AS dan negara-negara ini tidak adil, yang menyebabkan defisit perdagangan bagi AS.

Harga BTC, bersama dengan aset kripto lainnya, telah jatuh secara besar-besaran ketika saga tarif Trump dimulai pada awal April. Bitcoin sempat turun hingga serendah USD78.000 selama periode tersebut sebelum pulih ke level tertinggi sepanjang masa (ATH) di bulan Mei.