Transaksi Keuangan Melonjak saat Harbolnas 12.12 Jadi Incaran Kejahatan Hacker

Hacker.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12 yang akan datang, tren lonjakan aktivitas online dan transaksi keuangan memang menciptakan peluang besar, baik bagi konsumen maupun pelaku bisnis. Namun, kondisi ini juga memberikan celah bagi para pelaku kejahatan siber untuk memanfaatkan situasi tersebut demi meraup keuntungan.

“Ketika konsumen Indonesia berada di era digital, keamanan aktivitas online menjadi hal yang sangat penting untuk diprioritaskan. Lini pertahanan utama adalah pendekatan proaktif terhadap keamanan siber. Para pelaku bisnis harus memperkuat keamanan platform mereka, Adi Rusli, Country Manager Indonesia, Palo Alto Networks menyampaikan, Selasa (10/12/2024).

Palo Alto Networks  perusahaan keamanan siber global terkemuka, mengimbau tingkat kewaspadaan keamanan siber yang lebih tinggi dari masyarakat. Baik konsumen maupun pelaku bisnis perlu bekerja sama dalam menjaga keamanan transaksi dan data pribadi. Dengan meningkatkan kewaspadaan, memperkuat sistem keamanan, dan memberikan edukasi yang tepat, risiko yang ditimbulkan oleh kejahatan siber dapat diminimalisir, sehingga Harbolnas dapat berjalan dengan aman dan sukses bagi semua pihak.

Baca Juga: Pakar: Cybersecurity Cegah Ancaman Hacker hingga Kerugian Finansial

Konsumen harus tetap waspada untuk memastikan transaksi online yang aman dan terjamin, terutama selama periode puncak belanja di musim liburan seperti Harbolnas. Mengadopsi pendekatan Zero Trust sangat penting untuk membangun praktik keamanan siber yang kuat. Keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama, baik bagi pemilik bisnis, karyawan, maupun konsumen.

“Seiring meningkatnya popularitas belanja online dan penawaran yang menarik selama momentum seperti Harbolnas, masyarakat Indonesia mungkin akan tergiur untuk bertindak lebih impulsif tanpa memverifikasi validitas dari penawaran yang diterima. Dengan menumbuhkan budaya kewaspadaan dan keamanan secara proaktif, kita dapat melindungi diri kita sendiri dan orang lain dengan lebih baik, di tengah era ancaman siber yang terus berkembang,” ia menambahkan.